
Ayahanda tercinta Adnan Zein
20 september 1951 - 1 april 2008
''ayah tidurlah yg lelap. aku tak kan membangunkan kau lg, aku takkan meminta apa2 lagi. dunia kt tlah berbeda. mata mu mungkin tlah tertutup, tp hatimu slalu ada buat ku ayah. ayah suatu hari aku ingin kt berkumpul lg, bukan dsini, tp di t4 yg kekal dmn kt takkan berpisah lg....... ''
"sekarang, saya sangat shock karena dia telah tiada. saya sangat tidak percaya. dia tidur dengan wajah yang sangat indah".
saya mencoba untuk membangunkan dia lagi dan lagi.......
sedikit tentang ayah :
ayah orang yang sangat 'sederhana tp sangat berwibawa' didalam keluarga. dia lah yang memberikan saya sifat itu, dia sangat rendah tempramennya, semenjak saya jadi 'putra satu2nya'. tentu, dia kadang-kadang kehilangan arah ketika dia dalam tekanan.
tidak tau gimana, dia selalu hubungi saya untuk apa yang dia alami. kami berbincang apapun; termasuk tentang keluarga, masa depan, cita-cita, kehidupan, dan kehidupan sosial.
dia bukan sekedar ayah, kadang-kadang, dia seperti guru saya, dan kadang pula dia seperti teman saya. kadang, kami melakukan perjalanan bersama, tapi dia selalu berkata, seperti, anak ku, apa yang ayah lakukan kemarin? maaf, saya tidak ingat apa-apa" di esok harinya.
tidak tau juga, dia pergi tidur tanpa mengatakan apapun. hanya ada lambaian tangan terakhir buat semua keluarganya, dan semua teman-temannya.
saya rasa semuanya bingung sekarang. saya tidak dapat melakukan apa-apa lagi, tapi kita telah menyetujui kenyataan ini bahwa kita tidak dapat merubah apaun. tolong doa kan dia agar tenang di surga sana. insya allah ayah dapat t4 yg indah dimana disana ada air yg mengalir, udara yg sejuk, dan ditemani peri2 kecil.
aku sayang ayah, maaf blum bs membuat kau bangga, blom bs membalas jasamu, blom bs berbuat banyak buat keluarga. tp setiap saat aku slalu berdoa disetiap sujud ku padanya "allah" yg lebih mencintai dan memilikimu....
"slamat tinggal yah, kau slalu dalam kenangan...."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar