Sabtu, 10 Mei 2008

Leukimia itu telah renggut nyawa ayahku. apakah akulah yang berikutnya menjadi akhir dari kisah ini ???

24 maret 2008 menjadi hari dimulai nya betapa keras kehidupan bagi ku dan keluarga ku. Leukimia??? sontak aku terbangun dengan kata2 itu, jangan kan mengalaminya, mendengarkan kan penyakit ganas itupun aku tak mau dan tak terlintas dibenakku. Penyakit ini menjadi kata2 yg selalu menghantui hari2 ku pada malam2 berikutnya. Diagnosa pemeriksaan aspirasi sumsum tulang atau BMP (Bone Marrow Puncture) untuk melihat langsung ke dalam pabrik memastikan Ayahku di vonis "Leukimia akut" (Kelebihan leukosit/kangker darah yg datang secara tiba2) stadium 4 dimana kondisi sangat membahayakan.

Sampai detik ini aku masih bingung kenapa penyakit pembunuh ini harus dialami ayahku. aku coba buat mencari tau tentang penyakit ini dibantu dokter, perawat, dan kakak perempuanku dengan menanyakan secara langsung kepada org yg mengetahui tentang penyakit ini dan mencari pengetahuan dibeberapa tulisan di berbagai situs. wlupun sebelumnya sewaktu duduk dibangku sekolah aku pernah membaca sedikit pengetahuan biologi tentang penyakit Leukimia ini. setelah diteliti lebih lanjut ada 3 hal yg menjadi dasar penyakit ini.


Pertama karena faktor keturunan/gen, contoh: seorang laki2 yg mengidap leukimia 50% kemungkinan seorang anak laki2 dari laki2 tersebut juga menyimpan sel pratunas yang juga ganas, cuma kadangkala sel tersebut masih tidur.

Kedua karena faktor depresi. penyebab yg satu ini sulit untuk dikemukakan, karena ini menyangkut masalah pribadi seseorang selama masa hidupnya. tekanan kehidupan yg terjadi selama masih hidup menjadi salah satu faktor penyebab seseorg mengalami leukimia.

Ketiga karena faktor Kesehatan yg mengakibatkan kelainan darah. adapun infeksi terjadi ketika menderita leukimia lebih cendrung di akibatkan oleh zat-zat kimiawi yang di konsumsi melalu makanan atw aktifitas sehari2. karena sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pemebntuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pemebentukan sel darah

dan adapun terdapat beberapa gejala yang di alami ayah ku
  1. Lemah, pucat, mudah lelah, serta denyut jantung yang meningkat. Keadaan ini terjadi karena jumlah sel darah merah yang berkurang akibat terdesak oleh sel-sel darah putih yang jahat.
  2. Sering demam dan mengalami infeksi. Keadaan ini disebabkan oleh karena berkurangnya jumlah sel darah putih yang baik yang bertugas sebagai “tentara” untuk melawan organisme-organisme penyebab penyakit.
  3. Tampak biru-biru di beberapa bagian tubuh, bintik-bintik merah, serta gusi berdarah. Keadaan ini terjadi karena berkurangnya jumlah trombosit.
  4. Merasakan nyeri-nyeri pada tulang. Keadaan ini terjadi akibat sudah menyebarnya sel-sel blast ke dalam tulang
  5. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar limfe. Keadaan ini juga terjadi akibat sudah menyebarnya sel-sel blast ke dalam organ-organ tersebut di atas.


Aku dan keluarga yg masih mempunyai keinginan panjang bersama ayah ku, tiba-tiba dipisahkan oleh maut. Ayahku, seorang bapak yang sangat sayang pada keluarganya, tak kena lelah. biasanya dia begitu kuat, ini terbukti dengan profesi yang dilakoninya sebagai pegawai negeri yg harus dijalaninya, dimana dia harus bolak balik padang - solok dengan menggunakan sepeda motor melewati jalan dan cuaca yg begitu buruk. dan setelah dia jatuh sakit, divonis menderita leukemia, dan dengan cepat meninggal dunia pada tanggal 1 April 2008. kisah ini Meninggalkan rasa haru yang memeras air mata, juga tanda tanya kenapa itu terjadi. Kenapa kebersamaan indah selama ini ditebas begitu saja, dan apakah para dokter tak mempunyai obat selain berkata : itu karena leukemia.

dan dokter yang menangani ayah ku berkata jalan satu2nya adalah kemoteraphi alias teknik pengobatan penyakit-penyakit infeksi dengan zat-zat kimiawi yang berkhasiat antiseptik, dan itupun tak menjamin ayah ku buat sembuh 100%. umur yang telah panjang tidak memungkinkan ayah ku buat melakukan pengobatan tersebut, karena efek kemoteraphi yg begitu beresiko. ini bisa ditandakan dengan penderita kehilangan rambut dan sangat menderita-mulai dari mual-mual sampai kehilangan kemaunan, masih ada juga akibat sampingan.

akhir sampainya kami memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif secara jarak jauh. krn kondisi si pasien tidak memungkinkan lagi untuk melakukan perjalanan dan tidak di izinkan oleh pihak rumah sakit. pengobatan ini saya rasa sedikit merasa perobahan karena kami terlambat melakukan tindakan dikarenakan kesulitan dalam melakukan hubungan dengan bapak yg mengobati karena bapak tersebut jauh di bekasi sementara kami di padang.

Leukemia mempunyai track record penyakit ganas ke 2 teratas yang paling mematikan setelah jantung. progresif pada organ-organ pembentuk darah yang ditandai dengan proliferasi (perkembangan) leukosit serta pendahulunya secara abnormal dalam darah dan sumsum tulang merah. Leukosit (leukocyte) adalah sel darah putih, terdiri atas granulosit, limfosit, dan monosit. Perkembangan ketidak-normalan sel darah putih yang "termakan" sel darah merah, yang menghancurkan pasien.

sekarang ayah ku tlah pergi untuk selama lamanya, ntah karena leukimia mematikan itu atau memang takdir tuhan. yang jelas cuma ada berjuta kenangan, dan harapan yg tersisa yg harus dikubur bersama ayah ku. aku tlah ikhlas, dan itu harus.

Barang kali kisah seperti itu akan ada lagi disuatu hari nanti. dimana aku satu2nya keturunan laki2 dari ayah ku. terdapat kemungkinan aku mempunyai sel pratunas mematikan itu yg masih tidur. ntah kapan......... cuma tuhan yg tau.

Ayah.........., aku, uni, mama selalu berdoa buat ayah. semoga ayah diterima dipangkuan allah, ayah sekarang dah tenang, ga sakit pinggang atau gigi lagi, ayah ga bakalan kami repotan lagi, ayah ga kami bangunkan lagi. tunggu kami disana. mudah2an kt bs bertemu di tempat kita bisa abadi dan berkumpul bersama lagi. aku sayang ayah..... sungguh sangat sayang ayah. maaf aku ga bisa berbuat apa2 lagi, kecuali berdoa biar ayah tenang disana.

terima kasih buat kalian yang membaca tulisan ku ini. aku sebenarnya tidak suka menulis atau merangkai kata2. cuma kisah ini jadi sebuah cerita dan pengetahuan tentang leukimia jika suatu hari kalian atau org yg kalian cintai dihadapkan dengan kisah yg sama. bersabar, berdoa, berusaha, dan berserah diri jadi bagian dan akhir dari kisah yg begitu menyakitkan ini.

akhir kata saya cuma bisa bilang sayangi orang tua kalian, selama dia masih bersama kalian. dan percayalah tuhan memberi suatu cobaan, sebagai pengukur nilai iman kita.


wassalam

1 komentar:

The Transfer Factor mengatakan...

Ada harapan baru bagi penderita Leukimia.. sudah ada teknologi terbaru yang paling unggul di dunia pengobatan dan sains yang dapat membantu perawatan penyakit Leukimia yaitu TRANSFER FACTOR. Sudah melalui penelitian lebih dari 50 tahun oleh para pakar kesehatan dunia, direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan Rusia dan masuk dalam Buku Rujukan Dokter (PDR) di Amerika, terbukti aman dan tanpa efek samping. Jadi, jangan putus asa.. Masa depan itu sungguh ada!!
www.thetransferfactorindonesia.com